AMANKAN 8 PELAKU KEJAHATAN NARKOBA, PERKUAT KOORDINASI LINTAS PERBATASAN

Gorontalo – Upaya menyelundupkan barang haram Narkoba ke Gorontalo semakin marak terjadi menyusul ditangkapnya 8 orang berisial masing-masing RI alias Fandi, ED alias Tito, DAI alias Dian, IL alias Iwan, SNA alias Siti, Dewi, Mey, dan Gafur  yang terlibat dalam kasus peredaran gelap Narkotika.

Informasi yang dirangkum, bermula dari adanya laporan masyarakat bahwa di daerah sekitar kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato sering terjadi penyalahgunaan Narkotika pada hari kamis tanggal 05 April 2018. Hari itu juga, tim dari BNNP kemudian menangkap pemuda berinisial RI alias Fandi di desa Popayato. Dari hasil interogasi petugas, didapatkan bahwa RI mengambil barang haram tersebut dari seorang kurir berinisial ED alias Tito.

Keesokan harinya (Jumat : red) atas informasi dari RI, tim kemudian menangkap ED alias Tito  di desa Bukit Tingki kecamatan Popayato, Pohuwato. Dari keterangan ED, barang yang akan diberikan kepada RI diperoleh seseorang berinisial IL alias Iwan di daerah kabupaten Moutong, Sulawesi Tengah. Namun saat yang bersamaan, Hand Phone (HP) milik  ED berbunyi dan ada panggilan masuk dari seorang wanita berinisial DAI alias Dian yang ingin memesan Narkoba kepada ED, namun dari ED mengatakan bahwa barang tersebut sudah habis.

Mengetahui informasi tersebut, petugas kemudian membekuk DAI setelah sebelumnya petugas menyamar sebagai ED. Saat yang bersamaan juga, seorang wanita bernisial SNA alias Siti dibekuk bersamaan dengan DAI di desa Molosipat, kecamatan Popayato, Pohuwato. Dari penggeledahan terhadap kedua pelaku, ditemukan satu paket sabu yang disembunyikan oleh SNA di pakaian dalam. Dari keterangan kedua wanita tersebut, didapatkan informasi bahwa barang tersebut didapatkan dari saudara IL.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemudian membekuk IL alias Iwan dikediamannya di desa Sijoli, kecamatan Parigi, Moutong, Sulawesi Tengah. Dari hasil penangkapan, petugas tidak menemukan barang bukti di rumah pelaku. Namun petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga ada sangkut pautnya dengan kejahatan Narkotika tersebut.

Kepala BNNP Gorontalo, Drs. Oneng Subroto, SH., MH., dalam Konferensi Pers menyatakan bahwa saat ini 8 orang pelaku masih  dalam pemeriksaan di BNNP Gorontalo. Pihaknya akan terus berupaya mengejar pelaku atau Bandar yang memasok barang ke IL alias Iwan.

“Saat ini, para pelaku masih dalam pemeriksaan. Untuk sementara yang menjadi bandar adalah saudara IL. Kami juga sudah mengirimkan barang bukti 2 sachet sabu berukuran sedang dan kecil ke BPOM untuk ditimbang”, ujar Subroto.

Barang Bukti Pengungkapan Kasus Narkoba. (11/04)

Lebih lanjut menurut Subroto, dari pemeriksaan tes urine 8 orang pelaku ini, hanya 2 orang yang hasilnya negatif. “Dari hasil pemeriksaan urine, hanya 6 orang yang positif. Untuk yang positif hanya penyalahguna mungkin hanya kita rekomendasikan untuk rehabilitasi. Yang dua orang lagi yang negatif, kita tetap akan proses lanjut karena ditemukan barang bukti ditangan mereka”, ujar Subroto

“Untuk sementara kita akan tetap melakukan penyidikan kepada mereka. Para tersangka ini nantinya akan dijerat dengan Pasal 112, 114, dan 127 dengan ancaman hukuman bagi pelaku yakni 4 tahun penjara”, tambahnya.

Subroto juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga dan memantau wilayah perbatasan, terutama perbatasan Gorontalo – Sulawesi Tengah yang kerap kali dijadikan tempat penyelundupan barang haram tersebut.

“Kita (BNNP Gorontalo : red) nanti akan selalu melakukan koordinasi dengan pihak BNNP Sulteng. Nantinya dari sana akan menindaklanjuti apa yang kita temukan”, ujar Polisi berpangkat Jenderal Bintang Satu ini.#stopnarkoba(Rey/BNNP_Gtlo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *